KLATEN — Ribuan warga dari 26 kecamatan sejak pagi sudah mengantre di Alun-alun Klaten untuk menikmati seporsi sop ayam dengan soun dan kerupuk. Kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan menjadi panggung pemecahan rekor nasional yang dihadiri langsung oleh jajaran pejabat daerah.
Senior Representative MURI, Ari Andriani, menyerahkan piagam penghargaan kepada Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo. Dua rekor yang ditetapkan adalah Sajian Sop Ayam Terbanyak dan Sajian Kuliner Khas Lokal Terbanyak di Dunia.
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, menegaskan bahwa pencapaian ini dirancang sebagai momentum strategis untuk mengangkat nama sop ayam ke kancah nasional. Ia berharap rekor ini menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Klaten.
"Hari ini kita bukan hanya sekadar memecahkan rekor nasional dan dunia, namun sekaligus mempromosikan kuliner khas Klaten, yaitu sop ayam, agar semakin dikenal oleh khalayak, terutama wisatawan dari luar Klaten. Sehingga saat wisata ke Klaten, kulinernya sop ayam khas Klaten," kata Hamenang dalam sambutannya.
Menurutnya, gelaran yang bertepatan dengan Hari Jadi ke-222 ini menjadi hadiah istimewa bagi daerah. Lebih dari itu, ia ingin sop ayam tidak hanya dikenal sebagai makanan, tetapi juga identitas gastronomi yang melekat dengan Kabupaten Klaten.
Sop ayam Klaten memiliki karakteristik yang sulit ditiru daerah lain. Kuahnya bening dengan aroma rempah yang kuat, berpadu dengan cita rasa kaldu ayam yang gurih. Perpaduan inilah yang selama ini membuat kuliner ini banyak diburu wisatawan.
Ari Andriani berharap rekor yang diraih Klaten dapat menular ke daerah lain untuk terus mengangkat kekayaan kuliner Nusantara. "Semoga dengan capaian rekor ini, kita semakin mencintai dan melestarikan khazanah kuliner lokal kita," ujarnya.
Kegiatan yang berlangsung meriah ini sekaligus membuktikan bahwa kuliner tradisional mampu menjadi motor penggerak promosi pariwisata daerah. Dengan dua rekor dunia yang kini dipegang, nama Klaten semakin kokoh di peta kuliner nasional.