Dukung Sekolah Nasional Terintegrasi di Banyumas, Kemenag Jateng Seleksi 4 Calon Tenaga Pendamping Guru PAI

Penulis: Lukman Hakim  •  Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:05:31 WIB
Empat calon Tenaga Pendamping Pembelajaran Guru Pendidikan Agama Islam mengikuti seleksi wawancara di Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas, Sabtu (01/08/2026).

BANYUMAS — Empat calon Tenaga Pendamping Pembelajaran (TPP) Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) untuk Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Banyumas menjalani seleksi wawancara yang dipimpin langsung Kepala Bidang PAI Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Aini Sa’adah. Proses berlangsung di Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas, Sabtu (01/08/2026).

Seleksi ini merupakan langkah konkret menyambut pembangunan SNT yang tahun ini menyentuh Kecamatan Kalibagor. Dari 37 lokasi yang ditargetkan pemerintah pusat, 20 di antaranya masuk tahap pembangunan tahun anggaran 2026, dan Kalibagor menjadi salah satu titiknya.

Peran TPP PAI di Sekolah Baru

Tenaga Pendamping Pembelajaran nantinya tidak sekadar mengajar, tetapi menjadi penggerak mutu pendidikan agama di lingkungan SNT. Mereka dituntut mampu mengoptimalkan potensi, minat, dan bakat murid sejak tahun ajaran pertama.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas, Ibnu Asaddudin, turut menyaksikan langsung proses wawancara, didampingi Kasi PAI Naufal Iskandar. Kehadiran pimpinan ini menegaskan bahwa rekrutmen dilakukan ketat dan transparan.

Target Operasional 17 Lokasi pada 2026/2027

Pemerintah menargetkan 17 dari 37 lokasi SNT siap beroperasi pada Tahun Ajaran 2026/2027. Adapun 20 lokasi lainnya, termasuk di Banyumas, masih dalam proses pembangunan tahun ini.

Program ini merupakan amanat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 10 Tahun 2026 tentang Percepatan Peningkatan Mutu Pendidikan melalui Program Sekolah Nasional Terintegrasi. Kehadirannya diharapkan menjadi pusat pertumbuhan mutu bagi sekolah-sekolah di sekitarnya.

Harapan Lahirnya Generasi Unggul Menuju 2045

Melalui seleksi ini, Kemenag ingin memastikan pendamping yang terpilih mampu mengelola pembelajaran yang tidak hanya akademik, tetapi juga karakter. Jajaran pimpinan menegaskan bahwa SNT harus menjadi simpul pengembangan talenta murid di Banyumas.

"Melalui program ini, kita berharap dapat mengoptimalkan potensi, minat, bakat, karakter, hingga talenta murid di Kabupaten Banyumas. SNT diharapkan menjadi pusat pertumbuhan mutu bagi sekolah-sekolah di sekitarnya, demi mewujudkan generasi unggul berkarakter menuju Indonesia Emas 2045," tegas jajaran pimpinan dalam kegiatan tersebut.

Tim seleksi juga melibatkan Ketua Tim Pengembang Teknologi Pembelajaran, Karina, serta perwakilan FKUB Wilayah Jawa Tengah, Zaimatul Chasanah. Keterlibatan lintas unsur ini memperkuat aspek moderasi beragama dalam kurikulum SNT nantinya.

Reporter: Lukman Hakim
Sumber: sibawor.org This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top