TEMANGGUNG — Kolaborasi tanggap darurat digerakkan Kodim 0706/Temanggung dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Temanggung untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga Dusun Kalimayung yang terdampak kekeringan. Masing-masing instansi menerjunkan satu unit armada mobil tangki untuk melayani kebutuhan warga yang kesulitan mendapatkan air untuk memasak dan minum.
Komandan Kodim 0706/Temanggung, Letkol Inf Richie Fadly, menegaskan bahwa pengiriman armada ini merupakan bentuk komitmen pembinaan teritorial sekaligus panggilan kemanusiaan. Menurutnya, TNI harus hadir sebagai pemecah masalah di tengah kesulitan masyarakat.
"Bagi kami keselamatan dan kenyamanan warga adalah prioritas utama. Air adalah kebutuhan paling mendasar. Ketika masyarakat kesulitan mendapatkannya, TNI tidak boleh tinggal diam. Kami hadir tidak hanya membawa air, tetapi juga membawa semangat bahu-membahu bahwa warga tidak sendirian menghadapi kemarau," kata Richie di Temanggung, Senin.
Krisis air bersih di Kalimayung bukan hal baru bagi warganya. Kepala Dusun Kalimayung, Budi, mengungkapkan bahwa dalam beberapa minggu terakhir, sumur-sumur milik warga mulai mengering sehingga aktivitas sehari-hari seperti memasak dan minum menjadi terganggu.
"Beberapa minggu terakhir warga kami memang sangat kesulitan air bersih untuk memasak dan minum. Sumur-sumur warga mulai mengering. Bantuan dari Kodim 0706/Temanggung dan PMI ini benar-benar menjadi penyambung napas bagi kami," ujar Budi.
Budi pun mengapresiasi respons cepat yang ditunjukkan oleh prajurit TNI dan relawan PMI. Keluhan warga tentang krisis air langsung direspon dengan aksi nyata di lapangan, bukan hanya sekadar janji.
Dandim 0706/Temanggung memastikan pendistribusian air bersih ini tidak berhenti sampai di sini. Pihaknya akan terus memantau kondisi di lapangan secara berkala untuk memastikan kebutuhan warga tetap terpenuhi.
Jika krisis kekeringan berlanjut, Kodim siap berkoordinasi kembali dengan PMI dan pemerintah daerah setempat untuk melanjutkan suplai air secara kontinyu. Langkah ini diambil agar warga Kalimayung tidak sampai kekurangan air bersih selama puncak musim kemarau berlangsung.
Sinergi antara TNI dan PMI ini diharapkan bisa menjadi contoh kolaborasi penanganan bencana kemanusiaan di daerah lain, di mana respons cepat dan koordinasi lintas instansi menjadi kunci utama dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana kekeringan.