PEMALANG — Kebahagiaan tengah menyelimuti keluarga besar Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 2 Pemalang. Dua siswi tunarungu, Aisyiyah Kanaya Ramadhani dan Sherly Alviani Putri, berhasil menyabet juara 1 dalam lomba tari kreasi pada Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Wilayah Batang.
Panggung pembuktian itu berlangsung di SLB Negeri Kabupaten Batang pada April 2026. Prestasi ini sekaligus menegaskan bahwa keterbatasan pendengaran tak pernah menjadi penghalang untuk berkarya.
Di balik kesuksesan ini, ada peran guru pembimbing Yeni Mardia Sari yang telah menyiapkan para siswi sejak setahun lalu. Ia dan tim guru menciptakan metode visual dan getaran lantai sebagai pengganti audio agar kedua siswi dapat merasakan tempo.
"Setiap gerakan kami pecah menjadi hitungan yang diperagakan di depan cermin. Lalu kami tepuk lantai untuk memberi tanda pergantian irama," jelas Yeni.
Metode ini dipilih karena menjadi cara paling efektif bagi penyandang tunarungu untuk menangkap ritme musik yang tidak bisa mereka dengar. Proses latihan pun berlangsung intensif dengan kesabaran ekstra.
Tantangan terbesar dalam latihan, menurut Yeni, adalah memadukan tempo gerakan dengan musik pengiring yang dinamis. Karena ketiadaan pendengaran, sering kali terjadi selisih hitungan antara satu penari dengan penari lainnya, terutama saat musik berubah ritme secara mendadak.
Meski demikian, semangat Aisyiyah dan Sherly tidak pernah surut. "Butuh kesabaran ekstra, tapi Aisyiyah dan Sherly sangat antusias," imbuh Yeni.
Kemenangan ini menjadi catatan penting bagi SLBN 2 Pemalang dalam mengembangkan potensi seni siswa berkebutuhan khusus. Ke depan, sekolah membuka peluang untuk kembali mengikuti ajang serupa di tingkat yang lebih tinggi.