Siri di China Resmi Pakai Model AI Alibaba Qwen, Apple Buka Suara Soal Privasi

Penulis: Lukman Hakim  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:48:01 WIB
Pengguna Mac di China kini diwajibkan memiliki akun Qwen untuk memanfaatkan fitur AI Siri.

JAWA TENGAH — Kebijakan ini membuat pengguna iPhone di China harus melalui jalur berbeda untuk menikmati kecerdasan buatan (AI) generatif di perangkat mereka. Alih-alih menggunakan infrastruktur Google, Apple bermitra dengan Alibaba untuk menghadirkan pengalaman Siri yang lebih cerdas, termasuk analisis foto dan dokumen.

Mengapa Apple Tidak Pakai Google Gemini di China?

Pemerintah China memiliki aturan ketat yang mengharuskan setiap layanan AI beroperasi di dalam negeri menggunakan model yang telah disetujui. Hal ini berbeda dengan negara lain di mana Google Gemini berjalan di server khusus milik Apple atau server Google yang didedikasikan untuk pengguna Siri.

Pada sistem global, Apple menjamin privasi pengguna dengan mekanisme Private Cloud Compute (PCC). Perlindungan ini memastikan baik Apple maupun Google tidak memiliki akses ke interaksi pengguna. Di China, jaminan serupa diragukan dapat diterapkan karena regulasi pemerintah berpotensi memantau penggunaan data.

Akun Qwen Wajib untuk Pengguna Mac

Laporan dari Reuters, yang mengutip panduan resmi Apple, menyebutkan bahwa pengguna Mac di China perlu memiliki akun Qwen sendiri dan masuk ke akun tersebut untuk memanfaatkan fitur ini. Keharusan ini menjadi indikasi kuat bahwa perlindungan privasi ketat ala PCC tidak akan berlaku di pasar China.

Panduan yang dirilis dalam bahasa Mandarin itu menjelaskan bahwa pengguna yang memilih opt-in dapat menggunakan Qwen melalui Siri untuk mendapatkan respons lebih detail. Fitur Writing Tools juga dapat menggunakan layanan ini untuk membuat teks atau gambar berdasarkan deskripsi pengguna.

Model Qwen Dipakai di Semua Perangkat Apple

Meskipun panduan yang diterbitkan Apple secara spesifik membahas Mac, Reuters melaporkan bahwa model Alibaba yang sama akan digunakan di seluruh lini produk Apple. Ini mencakup iPhone, iPad, dan Vision Pro yang dipasarkan di China.

Keputusan Apple untuk tunduk pada regulasi lokal China bukanlah hal baru. Perusahaan yang berbasis di Cupertino ini kerap menyesuaikan layanannya untuk tetap beroperasi di pasar terbesar kedua di dunia tersebut. Namun, langkah ini kembali memicu pertanyaan tentang sejauh mana privasi pengguna di China dapat terjaga dibandingkan dengan pengguna di negara lain.

Pentingnya Data Lokal untuk AI

Model AI yang dikembangkan oleh perusahaan lokal seperti Alibaba dianggap lebih memahami konteks bahasa dan budaya setempat. Qwen sendiri merupakan salah satu model bahasa besar (large language model) terkemuka di China yang telah digunakan di berbagai aplikasi komersial.

Bagi pengguna di Indonesia, kabar ini menjadi pengingat bahwa pengalaman AI pada iPhone bisa berbeda-beda tergantung regulasi negara masing-masing. Sampai saat ini, fitur AI canggih Siri yang ditenagai Google Gemini belum diluncurkan secara resmi untuk pengguna Indonesia. Belum ada informasi kapan Apple akan membawa teknologi serupa ke pasar Tanah Air.

Reporter: Lukman Hakim
Sumber: 9to5mac.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top