BATANG — Rencana pembangunan fasilitas kecerdasan artifisial (AI) berskala besar di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, akhirnya memasuki tahap final. Proyek yang digarap konsorsium Zankore by Indosat ini menargetkan kapasitas komputasi hingga 1.000 MW atau setara 1 GW dalam tiga tahun, menjadikannya salah satu infrastruktur AI terbesar yang pernah diumumkan di Asia Tenggara.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyatakan proyek ini bukan sekadar pembangunan pusat data raksasa. Ia menegaskan bahwa fasilitas tersebut dirancang sebagai ekosistem AI nasional yang utuh, mencakup kapasitas komputasi, layanan AI, hingga pengembangan model bahasa Indonesia.
Kolaborasi ini melibatkan Indosat Ooredoo Hutchison, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA. Tahap awal pembangunan di Batang ditargetkan beroperasi pada semester pertama 2027 dengan kapasitas sekitar 200 MW, sebelum akhirnya dikembangkan bertahap hingga mencapai 1 GW.
Skala investasinya tidak main-main. Sejumlah kajian internasional memperkirakan pembangunan AI Factory secara end-to-end membutuhkan dana sekitar USD50 juta untuk setiap 1 MW kapasitas komputasi. Dengan target 1.000 MW, nilai investasi total proyek ini berpotensi menembus angka fantastis.
Konsep AI Factory berbeda dari data center konvensional. Fasilitas ini mengintegrasikan seluruh rantai kebutuhan AI dalam satu tempat, mulai dari GPU berperforma tinggi, jaringan, penyimpanan data, hingga layanan GPU-as-a-Service. Di dalamnya juga terdapat sistem orkestrasi dan pengelolaan beban kerja secara end-to-end.
Zankore juga akan menghadirkan layanan Token-as-a-Service. Melalui layanan ini, akses terhadap komputasi AI diharapkan meluas hingga ke masyarakat umum, pelaku UMKM, kementerian, dan pengembang aplikasi.
Salah satu daya tarik utama proyek ini adalah pengembangan dan hosting Sahabat-AI, model bahasa besar (Large Language Model/LLM) open-source Indonesia dengan 70 miliar parameter. Model ini dirancang khusus mendukung Bahasa Indonesia dan sejumlah bahasa daerah, termasuk Jawa, Sunda, Bali, dan Batak.
Kehadiran model bahasa ini menjadi nilai tambah signifikan bagi pengembangan teknologi AI yang sesuai dengan kebutuhan lokal. Teknologi ini berpotensi dimanfaatkan sektor pemerintahan, dunia usaha, hingga pengembang aplikasi untuk menciptakan solusi berbasis AI yang lebih relevan.
Menkomdigi Meutya Hafid mengungkapkan bahwa gagasan pembangunan AI Factory ini telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto sejak dua tahun lalu. Kini, setelah melalui berbagai proses, proyek tersebut resmi diumumkan ke publik.
“Rencana ini telah digagas sejak awal dan disampaikan dua tahun lalu kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto. Kini seluruh proses telah mencapai tahap final sehingga dapat diumumkan kepada publik,” jelas Meutya di Jakarta, Jumat (7/8/2026).
“Investasi ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan dunia terhadap masa depan ekonomi digital Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi teknologi bernilai tinggi,” tambahnya.
Bersamaan dengan pembangunan AI Factory, Indonesia juga menyiapkan rantai pasok industri AI dari sisi hulu. Fasilitas manufaktur GPU pertama di Indonesia tengah dibangun di Cikarang dan ditargetkan diresmikan pada Desember mendatang.
Keberadaan pabrik GPU tersebut diharapkan melengkapi ekosistem AI nasional, dari penyediaan perangkat komputasi hingga infrastruktur pendukungnya. Pemerintah menilai Indonesia memiliki modal kuat untuk menjadi pusat infrastruktur AI regional, didukung kemampuan membangun infrastruktur berskala besar dan sumber energi yang terus berkembang.