Pencarian

MPLS Sekolah Rakyat Jepara di Suwawal Dijadwalkan 20 Agustus 2026, Kuota 90 Siswa Per Jenjang

Minggu, 09 Agustus 2026 • 21:35:31 WIB
MPLS Sekolah Rakyat Jepara di Suwawal Dijadwalkan 20 Agustus 2026, Kuota 90 Siswa Per Jenjang
Ratusan siswa Sekolah Rakyat di Desa Suwawal, Jepara, bersiap mengikuti MPLS yang dijadwalkan pada 20 Agustus 2026.

JEPARA — Ratusan anak dari keluarga prasejahtera di Kabupaten Jepara akan segera menempati gedung baru Sekolah Rakyat di Desa Suwawal. Kepala Dinsospermades Jepara, Muh. Ali, mengungkapkan bahwa proses pindah ruang belajar bagi 75 siswa SD eksisting yang selama ini menempati BLK Jepara akan dimulai lebih awal, yakni pada 18 Agustus 2026.

"Saat ini diperkirakan progres pengerjaan fisik bangunan Sekolah Rakyat di Desa Suwawal berkisar 95 persen-an. Namun, pada tanggal 20 Agustus 2026 tentu bisa 100 persen karena itu pelaksanaan MPLS dijadwalkan hari itu," kata Muh. Ali di Jepara, Minggu.

Skrining Ketat untuk 160 Pendaftar SMP

Penerimaan siswa baru di sekolah yang digagas untuk menuntaskan kemiskinan ekstrem ini diwarnai dinamika berbeda di tiap jenjang. Untuk tingkat SD, pendaftar awal hanya 66 anak, namun berkat penyisiran intensif bersama perangkat desa dan Babinsa/Bhabinkamtibmas, jumlahnya berhasil digenapkan menjadi 90 siswa.

Kondisi sebaliknya terjadi di jenjang SMP. Jumlah pendaftar mencapai 160 anak, jauh melampaui kapasitas yang tersedia. Dinas terpaksa melakukan skrining ketat untuk memprioritaskan siswa dengan indeks ekonomi terendah agar memenuhi kuota 90 kursi. Sementara itu, untuk tingkat SMA tercatat 93 pendaftar yang kemudian diseleksi hingga tersisa 90 siswa.

Fasilitas Lengkap untuk Anak Kurang Mampu

Sekolah Rakyat ini dirancang dengan sarana yang sangat lengkap, termasuk asrama, untuk memastikan anak-anak dari keluarga miskin ekstrem yang selama ini kesulitan belajar mendapatkan akses pendidikan yang layak. Kepala Sekolah Rakyat Rintisan Jepara, Asri Linda Listyaningrum, menyebut pihaknya akan melakukan pengecekan akhir pada 15 Agustus 2026 sesuai janji penyedia jasa.

"Kami juga akan melakukan pengecekan pada tanggal 15 Agustus 2026, karena penyedia jasa menjanjikan pekerjaan sudah selesai 100 persen," ujarnya.

Setelah gedung dinyatakan rampung, panitia akan langsung bergerak membersihkan ruang kelas, gedung serba guna, dan asrama. Empat gedung asrama yang ada akan diatur untuk memisahkan hunian murid laki-laki dan perempuan.

Kebutuhan Guru Kelas dan Guru Agama Non-Islam

Di sisi ketenagaan, sekolah rintisan ini masih membutuhkan tambahan tenaga pendidik. Saat ini baru ada tiga guru ASN dan dua guru bantu yang mengampu Pendidikan Agama Islam (PAI) dan olahraga. Untuk jenjang SMA, kebutuhan 17 guru sudah terpenuhi, dan SMP sebanyak 12 orang. Adapun untuk SD, masih diperlukan tambahan enam guru kelas, dua guru olahraga, serta dua guru PAI.

"Kami juga perlu menyiapkan guru pengampu agama selain PAI, karena ada dua siswa SMA yang beragama non muslim," kata Asri.

Kekurangan tenaga pengajar ini rencananya akan ditutup melalui penambahan dari Kementerian Sosial serta bantuan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Jepara dan Provinsi Jawa Tengah.

Follow www.jatengtop.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jateng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks