Pencarian

Rotary Club Semarang Bojong Gelar Piano Recital for Charity, Kumpulkan Donasi Operasi Katarak untuk Warga NTT

Senin, 10 Agustus 2026 • 13:03:42 WIB
Rotary Club Semarang Bojong Gelar Piano Recital for Charity, Kumpulkan Donasi Operasi Katarak untuk Warga NTT
Alunan musik klasik mengiringi penggalangan donasi untuk operasi katarak warga NTT dalam Piano Recital for Charity di Semarang, Jumat (7/8/2026).

SEMARANG — Alunan musik klasik dari para pianis ternama menjadi jembatan kepedulian bagi saudara-saudara di pelosok NTT yang hidup dalam kegelapan akibat katarak. Rotary Club of Semarang Bojong berkolaborasi dengan Opus Nusantara menghadirkan pertunjukan amal "Piano Recital for Charity" yang berlangsung meriah di Maxi Brain Academy Semarang, Jalan Rinjani, Jumat malam (7/8/2026).

Donasi yang terkumpul dari konser ini akan digunakan untuk membantu operasi katarak gratis bagi masyarakat kurang mampu di desa-desa Nusa Tenggara Timur. Ketua panitia sekaligus Past Presiden Rotary Club of Semarang Bojong, Eleonora Aprilita S, menyatakan masih banyak warga NTT yang hidup dalam kegelapan bukan karena penyakitnya tak bisa disembuhkan, melainkan karena tak mampu menjangkau biaya operasi.

"Di pelosok Nusantara Tenggara Timur masih banyak saudara kita yang hidup dalam kegelapan akibat katarak. Bukan karena penyakit yang tidak dapat disembuhkan, tetapi karena tidak mampu menjangkau biaya operasi. Donasi yang terkumpul akan menghadirkan cahaya kembali bagi mereka," ucapnya.

Menurut Eleonora, musik menjadi jembatan kepedulian untuk saudara-saudara di NTT yang sangat membutuhkan perhatian. Alunan musik yang ditampilkan diharapkan mampu memberikan secercah cahaya penglihatan bagi para penderita katarak di wilayah timur Indonesia itu.

Steven Tanus, Pianis Tunanetra yang Tak Pernah Menyerah

Penampilan Steven Tanus menjadi salah satu momen paling mengesankan dalam konser amal ini. Pria berusia 30 tahun itu merupakan pianis tunanetra pertama dan satu-satunya di Indonesia yang diterima dan lulus dari konservatori dalam bidang piano performance. Ia menyelesaikan studinya di Yong Siew Toh Conservatory of Music, National University of Singapore dengan beasiswa penuh dan predikat distinction.

Bagi Steven, tampil dalam konser amal ini memiliki arti tersendiri dalam perjalanan hidupnya. Belajar musik dengan partitur Braille bukanlah hal mudah. Setiap partitur harus benar-benar diingat, termasuk bagian mana yang harus panjang dan tekanan kuat.

"Belajar Braille itu ibarat 1 buku normalnya dengan 5 buku Braille. Dan untuk setiap partitur harus benar-benar diingat, bagian-bagian mana yang harus panjang, tekanan kuat dan sebagainya. Terkadang dan seringkali ada lupa tapi support teman-teman selalu mengingatkan dan memberikan masukan dan dorongan untuk terus berusaha dan berkembang," kata Steven sebelum konser.

Perjalanan Steven tak selalu mulus. Ia sempat mengalami masa labil dan hampir putus asa. Namun, pertemuannya dengan seorang master piano di Belanda yang terus memotivasi dirinya mengubah segalanya. September 2026 mendatang, Steven akan melanjutkan pendidikan masternya ke Utrecht, Belanda.

"Never give up. Pasti ada jalan untuk bangun dan berjalan dari keputusasaan. Itulah pesan untuk pianis-pianis muda yang menjadi piano sebagai jalan hidup. Dengan segala keterbatasan fisik jangan menjadikan alasan dan penghambat. Justru menjadikan motivasi, jangan pernah menyerah. Berusahalah dengan maksimal," ujar Steven.

Vinsenso Julius Pratama Bawakan Karya Masterpiece Dunia

Konser amal ini juga menghadirkan Vinsenso Julius Pratama, pianis kelahiran Semarang yang kini berdomisili di Jerman. Selain sebagai pianis, Vinsenso juga aktif sebagai konduktor dan komposer. Ia menyelesaikan studi piano, konduktor, dan komposisi di Robert Schumann Hochschule Dusseldorf dan Hochschule fur Musik und Tanz Koln, Jerman.

Dalam kesempatan ini, Vinsenso membawakan karya-karya masterpiece dunia, seperti Claude Debussy-Minstrels, Bartok-Romanian Folk Dances, dan J.S Bach-Sinfonia No. 15 in B Minor. Ia telah memenangkan banyak kompetisi musik tingkat nasional maupun internasional dan memiliki pengalaman luas bermain sebagai pianis dan konduktor orkestra.

Penampilan Spesial dari Penyanyi Seriosa dan Tenor

Konser diawali dengan penampilan Yudistira All Stars yang menampilkan pianis-pianis muda berbakat pemenang berbagai kompetisi piano di Indonesia. Dilanjutkan dengan penyanyi tenor Bambang Pontjo yang membawakan lagu U Giordano-Amor ti vieta, serta penyanyi soprano Fransisca Sherlyta yang membawakan Aku Ingin in C Major.

Fransisca baru saja menjuarai Pekan Seni Mahasiswa Daerah Jawa Tengah kategori penyanyi Seriosa dan telah memenangkan banyak kompetisi lainnya tingkat daerah maupun nasional. Konser amal yang digarap Opus Nusantara ini didukung oleh Lab Cito, ADC, PT. Kingsindo Interlining, SUN, DIGI Kidz, Rotaract Club of Semarang Bojong, dan Harian JATENG POS.

Follow www.jatengtop.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jatengpos.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks