JAWA TENGAH — Kebakaran yang menghanguskan sebagian Gedung Dinas Teknis Abdul Muis memaksa Pemprov DKI Jakarta merombak total pola kerja aparatur sipil negara (ASN) yang selama ini berkantor di lokasi tersebut. Selain memberlakukan work from home (WFH) secara bergilir, sebagian pegawai akan dipindahkan sementara ke kantor suku dinas di wilayah kota maupun gedung milik Pemprov lainnya.
"Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan pengaturan kerja sementara melalui skema bekerja dari rumah (WFH) secara bergantian, berkantor di kantor suku dinas wilayah kota, maupun memanfaatkan gedung milik Pemprov DKI Jakarta lainnya," ujar Bayu Meghantara dalam keterangan resminya, Sabtu (8/8).
Gedung yang terletak di Abdul Muis tersebut tidak hanya menjadi markas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Sejumlah perangkat daerah lain turut menempati gedung yang sama, menjadikan dampak kebakaran ini meluas ke berbagai lini birokrasi.
Meski gedung terdampak, Bayu menegaskan bahwa seluruh data perpajakan DKI Jakarta dalam kondisi aman. Sistem pencadangan (backup) yang tersimpan di server dan pusat data terpisah memastikan layanan perpajakan tidak terganggu. Hal yang sama berlaku untuk data aset daerah yang dikelola BPAD, yang seluruhnya tersimpan di lokasi yang tidak terdampak api.
Kebakaran dilaporkan terjadi pada Jumat (7/8) sekitar pukul 21.30 WIB. Titik api pertama kali terdeteksi di lantai 11 dan dengan cepat merambat hingga ke lantai 16 sebelum akhirnya dapat dikendalikan oleh petugas pemadam.
Dalam insiden tersebut, satu pekerja yang sempat terjebak di lantai 15 berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk menjalani perawatan intensif pascakejadian.
Skema kerja sementara ini akan berlaku hingga kondisi gedung dinyatakan aman dan proses penanganan pascakebakaran rampung dilakukan. Pemprov DKI memastikan aktivitas pemerintahan dan pelayanan kepada warga tetap berjalan normal selama masa transisi tersebut.