JAWA TENGAH — Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Puji Winarni, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan pendataan dan koordinasi dengan sekolah-sekolah. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan jumlah anak yang akan divaksinasi tercatat dengan akurat sebelum tim puskesmas turun ke lapangan.
"Nantinya, pihak puskesmas akan mendatangi ke sekolah-sekolah untuk memberikan imunisasi pada siswa," kata Puji Winarni di Pekalongan, Kamis (6/8).
Sasaran Vaksin: Kelas 1 untuk Rubella, Kelas 5 untuk HPV
Program imunisasi ini menyasar dua kelompok usia berbeda dengan jenis vaksin yang disesuaikan kebutuhan. Untuk siswa kelas 1 SD, vaksin Rubella diberikan guna mencegah penyakit campak (measles).
Dinas Kesehatan setempat menyiapkan vaksin Rubella untuk 5.106 siswa kelas satu. Sementara itu, vaksin HPV yang berfungsi mencegah kanker leher rahim akan diberikan kepada 2.604 siswa kelas lima.
Pemberian vaksin HPV pada siswi kelas 5 SD dinilai penting karena anak perempuan bisa saja mulai mengenal perilaku berisiko di usia tersebut. Imunisasi sejak dini menjadi langkah pencegahan yang lebih efektif.
Respons Orang Tua: Antara Dukungan dan Kekhawatiran
Pihak Dinas Kesehatan mengakui bahwa pelaksanaan imunisasi ini tidak selalu mendapat respons positif dari seluruh orang tua siswa. Sebagian menyambut baik program tersebut, namun ada pula yang masih ragu.
Kekhawatiran utama orang tua umumnya berkisar pada dampak atau efek samping setelah anak menerima imunisasi. Selain itu, pertanyaan mengenai kehalalan vaksin juga menjadi pertimbangan sebagian keluarga.
"Memang ada (orang tua) yang welcome tetapi ada juga yang ragu karena dampak imunisasi dan kehalalan vaksin tersebut," ungkap Puji Winarni.
Harapan untuk Kekebalan Menyeluruh bagi Anak Sekolah
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dan Pengendalian Penyakit, Dhita, mendampingi Puji Winarni dalam penyampaian ini. Pihaknya berharap program BIAS 2026 dapat memberikan kekebalan tubuh secara menyeluruh bagi anak sekolah sebagai tunas bangsa.
"Harapannya, anak-anak bebas dari penyakit campak dan pencegahan kanker leher rahim bagi anak siswi," jelasnya.
Meski masih ada tantangan dari sisi penerimaan orang tua, Dinas Kesehatan Kota Pekalongan optimistis program imunisasi akan berjalan lancar. Koordinasi yang baik dengan pihak sekolah menjadi kunci utama agar seluruh siswa dapat menerima imunisasi secara menyeluruh sesuai jadwal yang telah ditentukan.