KEBUMEN — Jalinan kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi aparatur pemerintah tanpa harus meninggalkan tugas kedinasan. Melalui program RPL, pengalaman kerja, pelatihan, dan sertifikasi yang dimiliki ASN maupun PPPK dapat dikonversi menjadi capaian pembelajaran, sehingga masa studi menjadi lebih efektif.
Rektor UMNU Kebumen, Dr. Imam Satibi, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul sekaligus memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada aparatur negara untuk meningkatkan jenjang pendidikan.
Konversi Pengalaman Kerja Jadi Satuan Kredit Semester
Skema RPL yang ditawarkan UMNU Kebumen dirancang untuk menjawab kebutuhan ASN dan PPPK yang ingin melanjutkan studi sambil bekerja. Sistem pembelajaran yang fleksibel ini menjadi solusi bagi mereka yang selama ini terkendala waktu karena tanggung jawab kedinasan.
"Pemerintah telah menetapkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) sebagai acuan peningkatan kompetensi SDM. Karena itu, peningkatan kompetensi, profesi, hingga jenjang karier merupakan hak setiap pekerja. Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung proses tersebut melalui layanan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja," ujar Imam Satibi.
Ia menambahkan, kemitraan dengan Kemenag Purbalingga merupakan bentuk nyata kontribusi UMNU Kebumen dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk menciptakan aparatur yang profesional dan adaptif.
Target Seluruh Pegawai Kemenag Purbalingga Minimal S1
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, H. Zahid Khasani, menyampaikan bahwa peningkatan kualitas SDM menjadi prioritas utama, terlebih setelah instansinya meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).
"Kami menargetkan seluruh ASN maupun PPPK memiliki kualifikasi pendidikan minimal S1 sesuai bidang tugasnya. Dengan bekal pendidikan tersebut, mereka akan lebih siap mengemban jabatan teknis maupun analis secara profesional," kata Zahid Khasani.
Pihaknya juga mendorong para pegawai yang ingin mengembangkan karier menuju jenjang tenaga ahli untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat Magister (S2). "Kami berharap kerja sama dengan UMNU Kebumen dapat menjadi solusi bagi pegawai yang ingin meningkatkan kompetensi sekaligus memenuhi persyaratan pengembangan karier," imbuhnya.
Jalur Pendidikan Fleksibel Tanpa Tinggalkan Tugas
Kolaborasi ini diharapkan menjadi solusi dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi aparatur pemerintah. Dengan pengalaman kerja yang dimiliki, ASN dan PPPK tidak perlu memulai perkuliahan dari nol, melainkan mendapatkan pengakuan atas kompetensi yang sudah dikuasai selama bertugas.
Sinergi antara UMNU Kebumen dan Kemenag Kabupaten Purbalingga ini diyakini mampu melahirkan aparatur yang kompeten, berdaya saing, serta berdampak positif terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik di masa mendatang.