KUDUS — Kabupaten Kudus bersiap memperkuat sektor pariwisata dan jasa dengan pembangunan tiga hotel berbintang baru di wilayah Kecamatan Kota. Rencana ini muncul di tengah realisasi investasi daerah yang telah menembus Rp 877 miliar hingga triwulan pertama 2026, atau sekitar 70 persen dari target tahunan Rp 1,15 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kudus, Mohammad Fitriyanto, mengungkapkan dua dari tiga proyek hotel tersebut telah merampungkan seluruh proses administrasi. Keduanya berlokasi di kawasan Gang 3 dan di sebelah timur Perempatan Jember.
"Sementara satu hotel lagi direncanakan berdiri di kawasan Griya Raharja, Jalan Mangga, dan saat ini masih dalam proses pengurusan perizinan. Ketiganya merupakan hotel berbintang," ujar Fitriyanto, baru-baru ini.
Selama Ini Tamu Event Besar Terpaksa Menginap di Kabupaten Tetangga
Keterbatasan kamar hotel selama beberapa tahun terakhir menjadi tantangan tersendiri bagi Kudus saat menjadi tuan rumah even berskala besar. Lonjakan tamu luar daerah sering kali memaksa para pengunjung mencari alternatif penginapan di wilayah tetangga.
"Tidak sedikit tamu yang akhirnya menginap di Semarang, Jepara, maupun Pati karena hotel di Kudus sudah penuh," jelasnya.
Kondisi ini dinilai menghambat potensi pendapatan daerah dari sektor pariwisata dan jasa. Kehadiran tiga hotel baru diharapkan memperkuat daya dukung Kudus dalam menyelenggarakan event besar, sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.
PMDN Dominasi Realisasi Investasi, Optimisme Capai Target 2026
Rencana ekspansi ini selaras dengan tren investasi Kudus yang terus melonjak. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mendominasi capaian investasi dengan angka Rp 859 miliar, sementara Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang Rp 17 miliar.
"Kami, Pemkab Kudus optimistis pertumbuhan sektor jasa dan infrastruktur ini akan mengamankan target investasi tahun 2026. Sekaligus memantapkan posisi Kudus sebagai kota tujuan bisnis dan olahraga utama di Jawa Tengah," pungkasnya.
Dengan tambahan pasokan kamar hotel berbintang, Kudus diharapkan mampu bersaing sebagai tuan rumah ajang olahraga dan kegiatan bisnis berskala nasional tanpa lagi kehilangan potensi ekonomi akibat tamu yang menginap di luar daerah.