SEMARANG — Nelayan dan operator kapal di perairan selatan Jawa Tengah diminta menunda pelayaran menyusul potensi gelombang tinggi yang mencapai 4 meter. BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang mengeluarkan peringatan dini untuk aktivitas kapal nelayan, tongkang, hingga kapal penumpang di kawasan yang membentang dari perbatasan Jawa Barat hingga Jawa Timur.
Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas, Wahyu Sri Mulyani, menyebut gelombang setinggi itu sangat berisiko, terutama saat kecepatan angin bertiup di atas 15 knot. "Gelombang tinggi terutama di perairan selatan yang mencapai 4 meter sangat berisiko terhadap aktivitas pelayaran seperti kapal nelayan, tongkang, barang maupun penumpang," ujarnya, Rabu (5/8).
Gelombang Utara Masih 2,5 Meter, Rob Mulai Surut
Di pantai utara, kondisi sedikit lebih bersahabat. Air laut pasang atau rob tercatat menurun dibanding hari sebelumnya dengan ketinggian maksimum 0,7 meter. Meski begitu, gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter masih berlangsung di perairan Semarang-Demak, Jepara, Karimunjawa, dan Pati-Rembang.
Warga yang beraktivitas di pesisir utara tetap diminta waspada terhadap pasang surut air laut dan kecepatan angin yang bisa meningkat secara tiba-tiba.
Hujan Ringan Tak Mengganggu Musim Kemarau
Di daratan, cuaca pagi hingga siang hari di sebagian besar wilayah Jawa Tengah diprediksi cerah berawan. Memasuki sore hingga awal malam, hujan ringan yang tidak merata berpeluang turun di kawasan pegunungan dan dataran tinggi.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Risca Maulida, merinci lima daerah yang berpotensi diguyur hujan ringan: Banjarnegara, Sragen, Grobogan, Pati, dan Temanggung. "Sebagian besar cerah berawan dan berawan sepanjang hari, masih ada hujan ringan di 5 daerah di Jawa Tengah," kata Risca.
Waspada Karhutla dan Kekeringan di Puncak Musim Kemarau
Meski hujan ringan masih turun, Risca menegaskan fenomena itu tidak berpengaruh terhadap musim kemarau yang tengah berlangsung. Masyarakat justru diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kekeringan, serta potensi angin kencang.
Berdasarkan pengamatan dinamika cuaca terkini, angin bertiup dari arah timur ke selatan dengan kecepatan 5 hingga 35 kilometer per jam. Suhu udara di Jawa Tengah hari ini berkisar antara 16 hingga 34 derajat celcius dengan kelembapan udara 45 hingga 95 persen.
BMKG mengimbau nelayan di pesisir selatan untuk memantau informasi cuaca maritim sebelum melaut dan memastikan keselamatan pelayaran, terutama pada periode angin kencang yang diprediksi masih berlangsung beberapa hari ke depan.