KUDUS — Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kudus mencatat realisasi penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) pada semester pertama 2026 telah menembus hampir 7.000 dokumen. Angka tersebut melampaui target yang ditetapkan untuk periode yang sama, yakni 6.800 dokumen.
Capaian ini disebut sebagai indikator meningkatnya kesadaran pelaku usaha, khususnya sektor UMKM, untuk memiliki legalitas resmi. DPMPTSP optimistis jumlah penerbitan akan terus bertambah hingga penghujung tahun.
Legalitas Usaha Berbasis Risiko Jadi Acuan
Kepala DPMPTSP Kabupaten Kudus, Mochammad Fitriyanto, menjelaskan penyelenggaraan perizinan berusaha saat ini mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025. Regulasi tersebut mengatur tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.
Dalam aturan itu, setiap pelaku usaha diwajibkan memiliki NIB sebagai identitas sekaligus bukti legalitas usaha. “NIB menjadi dasar legalitas bagi pelaku usaha untuk menjalankan kegiatan usahanya sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Layanan Jemput Bola di Car Free Day
Untuk mendekatkan akses layanan, DPMPTSP Kabupaten Kudus tidak hanya membuka pelayanan di kantor pada hari kerja. Mereka juga menghadirkan stan pelayanan saat kegiatan Car Free Day (CFD) di akhir pekan.
Melalui layanan jemput bola ini, masyarakat dapat berkonsultasi maupun memperoleh pendampingan langsung dalam proses pembuatan NIB. Langkah ini diambil agar warga, terutama pelaku UMKM yang memiliki keterbatasan waktu, tidak perlu datang ke kantor pelayanan.
Target 2026 dan Proyeksi Akhir Tahun
Pada 2025, DPMPTSP Kabupaten Kudus berhasil menerbitkan lebih dari 13 ribu NIB. Memasuki 2026, target penerbitan ditetapkan sebanyak 6.800 dokumen, namun realisasi hingga akhir semester pertama telah melampauinya.
“Capaian ini menunjukkan antusiasme masyarakat untuk mengurus legalitas usaha terus meningkat. Kami optimistis jumlah NIB yang diterbitkan akan terus bertambah,” kata Fitriyanto. Dengan tren positif ini, total penerbitan NIB hingga akhir 2026 diproyeksikan bisa melampaui capaian tahun sebelumnya.