SEMARANG — Rantai industri halal Jawa Tengah tengah dibangun dari lini paling dasar. Rumah potong hewan di Kabupaten Magelang hingga rumah potong ayam di Jepara yang dikelola bersama pondok pesantren disiapkan sebagai fondasi sebelum produk sampai ke tangan konsumen.
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen menyebut sinergi dengan Bank Indonesia (BI) Jateng sudah berjalan lama untuk menumbuhkan ekonomi syariah. Hasilnya, ekosistem halal kini dikebut dari hulu ke hilir secara paralel.
Kawasan Kuliner Bersertifikat Jadi Andalan Tarik Wisatawan
Di sisi hilir, pemerintah provinsi menggenjot pengembangan kawasan Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS). Gus Yasin, sapaan akrabnya, menegaskan keberadaan food court bersertifikat halal dan fasilitas ibadah yang memadai menjadi syarat mutlak menarik turis asing.
"Kalau kita bicara pariwisata yang ramah Muslim, ya salah satunya tadi kawasan food court-nya ini ada sertifikat halalnya, ada keterjaminannya, lalu tempat ibadahnya bagus," ujarnya saat membuka Fajar 2026 di Semarang, Kamis.
Target 2027: Ekonomi Berkelanjutan dan Pariwisata Ramah Muslim
Penguatan ekosistem halal ini akan semakin terasa pada 2027. Pemprov Jateng berencana mengawinkan pengembangan ekonomi berkelanjutan dengan pariwisata ramah Muslim, menjadikan keduanya mesin pertumbuhan baru.
Kepala Perwakilan BI Jateng M. Noor Nugroho menjelaskan, pengembangan rantai nilai halal (halal value chain) mencakup sertifikasi rumah potong hewan dan unggas, penggilingan, hingga sertifikasi halal bagi UMKM. Menurut dia, ketika sisi permintaan dan penawaran tumbuh bersamaan, ekonomi syariah bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Jateng.
"Kalau sisi supply dan demand ini bertemu, mudah-mudahan bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah," katanya.
Omzet UMKM Naik 5 Kali Lipat Selama Festival
Dampak penyelenggaraan Fajar langsung terasa di kantong pelaku usaha. Roni Abdul Ghoni dari Toros Farm Sulaimaniyah Magelang mengaku omzet hariannya bisa melonjak hingga Rp5-10 juta selama festival, dibandingkan hari biasa yang hanya Rp1-2 juta.
Roni rutin mengikuti ajang ini selama empat tahun terakhir. "Festival seperti ini sangat membantu UMKM karena produk kami semakin dikenal masyarakat," katanya.
Fajar 2026 mengusung tema "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan melalui Sinergi Penguatan Literasi dan Halal Value Chain". Ajang ini berlangsung hingga 9 Agustus 2026 dan menjadi barometer keseriusan Jateng dalam menggarap pasar halal nasional maupun global.