PATI — Warga pengguna Jalan Tegalarum-Tegalwero di Kabupaten Pati harus bersabar lebih lama. Pasalnya, ruas jalan penghubung antarwilayah tersebut dipastikan belum masuk tahap pengerjaan fisik, meski papan proyek perbaikan telah terpasang di lokasi sejak beberapa waktu lalu.
Kepastian itu disampaikan Ketua Komisi C DPRD Pati, Joni Kurnianto, usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pada Senin, 3 Agustus 2026. Dari hasil pengecekan di lapangan, diketahui bahwa proyek perbaikan jalan tersebut merupakan bagian dari satu paket pekerjaan yang digarap oleh kontraktor yang sama.
Satu Kontraktor Garap Tiga Ruas Jalan Sekaligus
Joni mengungkapkan, pengerjaan Jalan Tegalarum-Tegalwero berada di bawah tanggung jawab CV Bhakti Nusa. Perusahaan konstruksi tersebut tidak hanya menangani ruas jalan ini, tetapi juga dua ruas lainnya di wilayah yang berbeda.
Dua proyek lain yang dimaksud adalah peningkatan Jalan Sokopuluhan-Winong serta Jalan Arumanis-Mantingan. Total anggaran yang digelontorkan untuk ketiga paket pekerjaan tersebut mencapai Rp10,8 miliar.
“Ternyata setelah kita cek baru satu, dan yang lain bertahap karena yang melaksanakan satu kontraktor yaitu CV Bhakti Nusa,” kata dia kepada wartawan, Senin (3/8).
Pekerjaan Diprioritaskan Tepat Waktu dan Sesuai Spesifikasi
Meski pengerjaan Jalan Tegalarum-Tegalwero harus menunggu giliran, Joni menilai hal tersebut bukanlah persoalan yang perlu diperdebatkan. Ia menegaskan bahwa mekanisme pengerjaan bertahap merupakan kewenangan kontraktor selama hasil akhirnya sesuai dengan kontrak.
“Prioritasnya yakni pekerjaan selesai tepat waktu dan sesuai spesifikasi,” tegasnya.
Pernyataan ini diharapkan dapat menjawab keresahan masyarakat yang selama ini mempertanyakan keterlambatan dimulainya proyek perbaikan. Pemasangan papan proyek yang terlebih dahulu dilakukan sempat memicu asumsi warga bahwa pengerjaan akan segera berlangsung.
Dengan adanya kejelasan dari Komisi C DPRD Pati, masyarakat kini menunggu komitmen kontraktor untuk segera menyelesaikan dua ruas jalan lainnya agar perbaikan di Tegalarum-Tegalwero dapat segera dimulai. Pengawasan ketat dari DPRD pun diharapkan terus berlanjut hingga seluruh proyek infrastruktur di wilayah tersebut tuntas.