GROBOGAN — Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Grobogan mendorong Palang Merah Indonesia (PMI) setempat bergerak cepat. Selama dua pekan terakhir, organisasi kemanusiaan ini telah menyalurkan 145.000 liter air bersih ke 19 desa di delapan kecamatan.
Distribusi dilakukan menggunakan dua truk tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter. Air bersih diantar langsung ke titik-titik yang warganya kesulitan memperoleh akses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Penerima Manfaat Capai 832 Kepala Keluarga
Kasi Pelayanan PMI Grobogan, Gesit Kristyawan, menyebut total penerima manfaat mencapai 3.487 jiwa. Jumlah itu setara dengan 832 kepala keluarga (KK), terdiri dari 1.615 laki-laki dan 1.872 perempuan.
"Koordinasi dengan pemerintah desa, relawan, serta berbagai pihak terus kami lakukan agar bantuan bisa tersalurkan secara cepat, tepat, dan merata," ujarnya, Sabtu (8/8/2026).
PMI Siap Perluas Jangkauan Jika Kebutuhan Meningkat
Kepala Markas PMI Grobogan, Djasman, menambahkan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Jika kebutuhan air bersih masyarakat semakin meningkat, pelayanan akan diperluas.
"Kami juga mengimbau seluruh masyarakat untuk menghemat penggunaan air bersih dengan memanfaatkan secara bijaksana sesuai kebutuhan sehari-hari," lanjut Djasman.
Ia berharap langkah sederhana seperti menggunakan air secukupnya, menampung air hujan kalau memungkinkan, serta memperbaiki kebocoran saluran air dapat membantu menjaga ketersediaan air selama musim kemarau berlangsung.
Apresiasi untuk Kerja Keras Relawan di Lapangan
Ketua PMI Kabupaten Grobogan, M Sumarsono, mengapresiasi dedikasi seluruh petugas dari unsur staf hingga relawan yang terlibat dalam pelaksanaan distribusi air bersih. Menurutnya, kerja mereka merupakan wujud nyata layanan kemanusiaan.
"Layanan kemanusiaan kepada masyarakat merupakan salah satu tugas utama PMI, khususnya dalam menghadapi dampak musim kemarau," tegasnya.
Distribusi air bersih ini menjadi salah satu upaya meringankan beban warga yang selama ini harus menempuh jarak jauh atau membeli air dengan harga tinggi untuk kebutuhan memasak, minum, dan mandi.