PEMALANG — Ribuan warga dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pemalang memadati sepanjang rute kirab dalam Festival Kamir 2026, Sabtu (1/8/2026). Mengenakan pakaian adat dan atribut kebudayaan Jawa, mereka berjalan kaki mengiringi rombongan yang start dari Pendopo Kabupaten Pemalang.
Rute sepanjang kurang lebih tiga kilometer itu melintasi Alun-Alun Pemalang, Jalan Jenderal Sudirman (Citywalk), Jalan Pemuda, hingga finis di Lapangan Olahraga Kelurahan Mulyoharjo. Sepanjang perjalanan, peserta kirab dihibur alunan seni tradisional dan penampilan marching band yang membuat suasana semakin semarak.
Bukan Sekadar Hiburan, tapi Ruang Promosi Kuliner dan Budaya
Sekretaris Daerah Kabupaten Pemalang, Bagus Sutopo, yang membuka rangkaian acara secara resmi, menegaskan bahwa festival ini memiliki makna lebih dari sekadar hiburan rakyat. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana strategis untuk melestarikan budaya sekaligus memperkenalkan kuliner khas Pemalang ke khalayak yang lebih luas.
"Festival Kamir merupakan kegiatan yang istimewa dan menjadi festival pertama dengan konsep seperti ini di Kabupaten Pemalang," ujar Bagus Sutopo di sela-sela pembukaan acara.
Ia menambahkan, tingginya animo masyarakat membuktikan bahwa festival ini punya potensi besar untuk terus dikembangkan. Dengan persiapan yang lebih matang dan pelibatan lebih banyak unsur masyarakat, Bagus optimistis gelaran ini bisa mendatangkan pengunjung dari luar Kabupaten Pemalang.
Rangkaian Gebyar Cahaya Kemerdekaan Berlanjut hingga 17 Agustus
Festival Kamir 2026 merupakan bagian awal dari rangkaian Gebyar Cahaya Kemerdekaan yang akan berlangsung hingga 17 Agustus 2026 mendatang. Venue utama kegiatan dipusatkan di Lapangan Olahraga Kelurahan Mulyoharjo.
Panitia telah menyiapkan beragam agenda untuk memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia. Mulai dari lomba tradisional, pentas seni, hingga bazar produk unggulan daerah yang akan digelar selama periode tersebut.
Kehadiran puluhan stan kuliner yang memamerkan makanan khas Pemalang turut menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Perpaduan atraksi budaya dan sajian kuliner lokal ini diharapkan mampu menghidupkan roda ekonomi warga sekitar selama festival berlangsung.